Postingan

Di belakangmu.

Gambar
Hai, sebenarnya aku bukan orang yang pandai merangkai kata demi kata. Aku bukan orang yang bisa mengarang cerita dengan baik. Aku hanyalah orang biasa yang menjalani setiap harinya dengan biasa. Namun aku selalu berusaha untuk menuliskan sedikit cerita disini. Seperti saat ini, hujan terus turun membasahi bumi. Aku tidak terlalu memperhatikan setiap tetes yang mengalir, aku hanya mendengarkan setiap tetes hujan yang turun menyentuh tanah. Ah sudahlah, coretan ini bukan untuk membahas hujan. Sudah kuceritakan berbagai pengalaman tentang hujan. Hujan memang mempunyai banyak cerita. Aku di depan laptop, seperti biasa hanya menjelajahi dunia internet. Menelusuri setiap web yang ada dan aku teringat tentang blog temanku. Aku suka membaca setiap kalimat yang ia tulis. Kata demi katanya tidak terlalu puitis namun dapat langsung dimengerti. Aku selalu suka apa yang orang tulis dan aku selalu ingin mencobanya. Aku juga ingin bercerita. Mungkin kamu sudah terlalu sering mendengarkan...

Jilbab!

hallo semua sekarang gue mau curhat aja ya haha. Gue sekarang baru masuk lagi nih setelah 3 minggu libur. Gak kerasa udah 1 tahun berlalu dan gue udah kelas 2 SMK, gak nyangka udah punya adik kelas lagi hihi. Hari ini seperti biasa sekolah pagi untuk apel padahalkan puasa ya terus ngeliat anak baru yang lagi di mos wkwk. Tapi sebenernya semua itu udah terlalu biasa yang agak beda hari ini sih gue perdana pake kerudung haha.  Jadi dari dulu sebenarnya gue udah punya niat untuk dikerudung pas sd gitu tapi nyokap ngomong kalau gue harus mantepin niat dulu. Gue nurut dan udah jadi kebiasaan bagi gue dengan gak dipake kerudung. Gue apa ya? ngerasa bebeas aja soalnya terkadang kalau pake kerudungkan suka diomongin gitu. ex: 'dikerudung sih kok kelakuannya gitu?'. gue paling gak suka kalau ada kayak begituan tapi gue sadar jilbab itu emang wajib (dari kecil seharusnya) karena dalam agama gue jilbab itu keharusan yang harus dipake. Jilbab bukan berarti lo harus alim juga, jilbab...

Teman?

Sekarang ini gue mau bahas yang namanya teman, mungkin sebelumnya gue mau minta maaf kalau postingan ini mengandung hal-hal yang agak 'kasar' dari seorang teman ataupun membingungkan. Jadi kalau kalian gak penasaran atau gak tertarik langsung saja klik tanda X or close kkkk~ Gue mau bahas tentang berbagai macam 'teman' yang pernah gue kenal. Yang pertama sahabat gue atau orang yang klop sama gue. Walaupun mungkin kita gak punya hobi yang sama tapi terkadang ada sesuatu hal yang membuat kita nyaman sama dia. Dia ngertiin kita dan berani mengkritik kita diantara teman - teman yang hanya tersenyum tapi mengkritiknya ya yang gimana dulu. Biasanya mereka udah ngerti sendiri harus gimana mereka nasehatin kita dll.  Sejujurnya gue nyari yang klop pasti yang ngerti apa yang gue omongin jadi sejalan aja sama gue terus ya apa ya yang rame deh. Gue kasih tau aja ya kalau kalian udah punya temen klop kayak gini jangan sampai musuhan deh, gak enak banget! berantem sih pasti ada...

Aku kangen kamu

Mengingat betapa sukanya aku padamu dulu membuatku teringat kembali apa yang sudah aku jalani 6 bulan ini. Aku senang bisa mengenalmu walaupun pada akhirnya terdapat ledakan yang membuat hancur. Tak apa, aku sadar bahwa akulah yang salah. Sekali lagi maafkan aku.  Mungkin sudah berulang kali aku menyakan kepadamu dan berulang kali pula aku meminta maaf padamu. Walaupun kau sudah berulang kali mengatakan tak apa, tetap saja aku masih terbayang rasa penasaran. Berkali-kali sudah aku memikirkan cara berfikirmu dan hasilnya tetap sama. aku tak tau. Jadi jika aku selalu bertanya kepadamu, maafkan aku. Aku hanya ingin tau dan tetap saja kau tak memberiku jawaban pasti. Ini bukan pertanyaan cinta seperti 'apakah kau suka padaku?'. tidak. Aku hanya ingin tau seberapa kurang ajarkah aku padamu? Ya, mungkin itulah pertanyaan secara kasarnya. Aku selalu berusaha untu menahan rasa penasaranku. Aku selalu ingin menjauh darimu. Aku tidak ingin kau merasa terganggu, aku hanya ingin membu...

Sekali ini saja

Sekali ini saja biarkan aku kembali pada beberapa bulan yang lalu... Saat aku masih tersenyum dan menunggu balasanmu Saat aku masih terus bercerita tentang welcomenya dirimu Saat aku masih berharap dengan sepenuh hati Sekali ini saja, biarkan aku melupakan hal itu Biarkan aku berpura - pura tidak mengetahui apa yang akan terjadi Biarkan aku berharap bahwa kau mau berteman denganku Biarkan aku tersenyum sepanjang waktu Aku senang, senang bisa melihatmu walaupun kau hanya berjalan tanpa ekspresi. Apa peduliku? Mau kau berjalan dengan ekspresi apapun aku akan tetap melihatmu. Tatapanku terkunci, telingaku selalu saja menangkap namamu. Bahkan ketika aku tak seharusnya mencarimu, aku akan terus mencarimu. Dimanapun itu.  Aku tau, akan ada hal yang buruk menimpaku tapi sekali ini saja biarkan aku melupakan hal yang membuatku kecewa. Hati ini ingin dipulihkan, setidaknya biarkan ia bernafas seperti manusia, biarkan ia merasakan detak jantung yang berirama.  Aku sel...

I dont know

Mungkin tuhan memang tidak mengizinkanku untuk dekat dengamu. Aku terlalu bersemangat dan berjalan dengan senyuman tolol. Aku fikir perjalanan ini akan terlewati tapi ternyata tidak. Selama berbulan - bulan aku mencoba untuk berjalan dengan senyuman tolol dan kekecewaan yang mendalam. Selalu seperti itu, melompat dan terjatuh tetapi aku tetap melewatinya seakan- akan ini adalah perjuangan yang memang harus aku lewati.  Ku fikir, semua memang butuh perjuangan. Salah satunya adalah untuk mengenalmu. Aku memang bodoh, mau saja dipermainkan oleh semua permainan tolol ini. Aku fikir jika aku mengikuti alur ini maka aku akan mendapatkan sebuah kesenangan namun ternyata sebuah kepedihan. Kau risih dengan semua ini? terima kasih telah mengatakannya kepadaku. Setidaknya kau langsung mengatakannya, bukan bersembunyi di belakang dan membenci diam - diam. Itu lebih menyakitkan, sungguh. Aku akan berusaha untuk tidak berkomunikasi lagi denganmu. Terima kasih kau telah menyadarkanku dar...

dont judge by cover

well ini sebenernya gak penting banget tapi cukup penting juga buat lu yang mungkin ngenilai gue tanpa tau apa yang gue maksud. lu bilang terlalu berlebihan? gak sewajarnya? Mungkin orang - orang nganggep gue  kepo akut, padahal gue gak masud kepo. Gue cuman pengen ngobrol, simplekan? lalu caranya? ya itu, dia cuman mau jawab kalau gue nanya. Salah ya emang kalau gue mau kenalan? jadi temen? Kalau gue bisa ngobrol tanpa nanya juga, gue gak akan nanya ini itu! Gini deh ya kalau gue beneran kepo banget, gue gak akan diem aja kalau dia gak mau jawab. Contoh nih ya, dia jawabnya ya misterius, bikin penasaran tapi gue gak maksa dia buat ngungkapin sejujur-jujurnyakan? Gue cuman oh ya udah dan gue berusaha mungkin untuk nanya yang wajar. Gue gak mau bikin dia ilfeel, ingetkan? gue cuman bermaksud ngobrol, temenan. Salah? Okey mungkin lu bilang 'lu boong, lu sukakan?' Kalaupun ada, gue juga gak akan kepo - kepo banget ke dia. sewajarnya itu gimana sih? diem ngeliatin dia? diem aja ...